Laporan Kantong Nikotin 2024: Larangan Rasa dan Meningkatnya Peralihan ke Alternatif Bebas Asap Seperti Kantong Nikotin
Laporan tahunan ini meneliti perilaku konsumen dewasa, menyoroti mengapa 80% pengguna nikotin yang disurvei beralih ke kantong nikotin sebagai alternatif produk tembakau lainnya, bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran atas larangan rasa.

Temuan Utama dari Laporan 2024
- Kesehatan dan Dampak SosialHampir 92% pengguna yang disurvei melaporkan peningkatan kesejahteraan setelah beralih dari rokok ke kantong nikotin. Tidak adanya asap rokok pasif dan prasangka budaya yang terkait dengan merokok menjadikan kantong nikotin pilihan yang dapat diterima secara sosial bagi banyak orang.
- Kekhawatiran Larangan RasaPilihan bebas sangat kuat di kalangan konsumen AS, dan gelombang larangan rasa yang sedang berlangsung telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen, dengan 83 persen menentang langkah tersebut. Tujuh dari sepuluh (71%) mengatakan bahwa peluncuran rasa baru tidak memengaruhi total pembelian kantong nikotin mereka, dan 52% berpendapat bahwa larangan rasa akan mengakibatkan penggunaan produk nikotin yang dianggap lebih buruk bagi kesehatan.
- Ekspansi E-CommerceResponden survei juga menunjukkan pergeseran perilaku terhadap platform daring, seperti com.co, yang didorong oleh faktor-faktor seperti kemudahan, harga yang kompetitif, dan pilihan produk yang lebih luas dibandingkan toko fisik. Rata-rata pelanggan yang disurvei membeli 81% kantong nikotin mereka secara daring. Pengguna kantong nikotin tertua adalah konsumen e-commerce yang paling melek daring, dengan hampir dua dari tiga pengguna (62%) berusia 65 tahun ke atas membeli semua kantong nikotin mereka secara daring, dibandingkan dengan 45% dari seluruh pengguna. Hampir tiga dari sepuluh pengguna kantong (28%) mengatakan mereka akan membeli lebih banyak produk nikotin mereka secara daring di masa mendatang.
- Preferensi KonsumenMint tetap menjadi kategori rasa paling populer, mencakup 59 persen dari daftar produk terlaris. Harga, rasa, dan kadar nikotin merupakan faktor utama yang mendorong keputusan pembelian.
Di tengah meningkatnya desakan untuk pelarangan rasa di seluruh AS dan umpan balik luar biasa yang disoroti dalam laporan tersebut, Dr. Marina Murphy, Direktur Senior Urusan Sains, menyatakan bahwa rasa memainkan peran penting dalam membantu orang beralih dari kebiasaan merokok dan tetap bebas asap rokok. Menghilangkannya justru dapat lebih banyak merugikan daripada menguntungkan—mengakibatkan lebih sedikit upaya berhenti, peningkatan tingkat kekambuhan, dan bahkan penjualan rokok yang lebih tinggi. Rasa bukan hanya tentang rasa; rasa menyediakan alat yang efektif bagi perokok untuk meninggalkan rokok selamanya, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.











